Persiapan IPO 2012
Krakatau Wajatama Investasi US$ 10 Juta
JAKARTA – PT Krakatau Wajatama, anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), siap investasi US$ 10 juta selama kuartal III 2011. Investasi tersebut dilakukan untuk persiapan perseroan dalam menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada 2012.
Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang menjelaskan investasi untuk meningkatkan produksi long product yang dihasilkan Krakatau Wajatama. Ia mengatakan jika sebelumnya hanya 10-11 ribu ton perbulan, setelah peningkatan tersebut meningkat menjadi 15 ribu ton perbulan. Peningkatan produksi tersebut, lanjut dia, dilakukan pada Juni-Juli 2011.
“Sedangkan selesainya pada akhir Agustus mendatang. Ini sebagai persiapan IPO pada 2012,” ungkap Fazwar di Jakarta, Jumat (1/7).
Fazwar menambahkan selain produk tersebut Krakatau Wajatama juga akan memproduksi produk baru, yaitu long core ribas atau besi beton dengan grips system course. Ia menambahkan selama ini Krakatau Wajatama memberikan kontribusi kepada pendapatan perseroan sebanyak 10%.
Selain meningkatkan produksi di anak usaha, Fazwar menjelaskan perseroan juga menampah kapasitas produksi untuk hot stream mill. Ia memaparkan dengan oeningkatan tersebut persroan akan mampu menghasilkan produk tersebut sebanyak 3,5 juta ton per tahun pada 2014. Padahal, saat ini produksi sebelumnya hanya sebesar 2,4 juta ton.
“Untuk peningkatan produksi ini kami mengalokasikan investasi sebanyak US$ 120 juta,” papar Fazwar.
Namun, lanjut Fazwar, untuk peningkatan kapasitas tersebut perseroan membutuhkan pasokan gas sebanyak 130 mmscfd. Sedangkan saat ini pasokan gas hanya sebanyak 80 mmsfd yang terdiri dari pasokan PT Pertamina 50 mmscfd dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 30 mmscfd. Untuk itu, ia mengatakan PGAS bersedia untuk menyiapkan pasokan kekurangan gas tersebut.
“Hal tersebut seiring dengan rencana pembangunan LNG mereka yang terletak diantara pulau Sumatera dan Jawa. Mdengan pemenuhan kebutuhan gas tersebut akan mempengaruhi tingkat produktifitas dan efesiansi kami,” papar Fazwar.
Pada kesempatan yang sama, Fazwar menyebutkan perseroan akan mencairkan sebanyak 5-7% dari fasilitas pinjaman yang mereka dapatkan dari Export Credit Agency (ECA) Tiongkok, CIC, senilai Rp 4,18 triliun. Ia menjelaskan pencairan tersebut akan dilakukan pada kuartal III 2011. Dana tersebut, lanjut dia, digunakan untuk membeli mesin-mesin yang dibutuhkan dalam pembangunan pabrik blast furnish berkapasitas 1,2 juta ton sebesar US$500 juta
Pada kesempatan yang sama, Fazwar menyebutkan perseroan akan mencairkan sebanyak 5-7% dari fasilitas pinjaman yang mereka dapatkan dari Export Credit Agency (ECA) Tiongkok, CIC, senilai Rp 4,18 triliun. Ia menjelaskan pencairan tersebut akan dilakukan pada kuartal III 2011. Dana tersebut, lanjut dia, digunakan untuk membeli mesin-mesin yang dibutuhkan dalam pembangunan pabrik blast furnish berkapasitas 1,2 juta ton sebesar US$500 juta
“Kami sedang follow up lagi. Bulan ini kita mau ke Beijing untuk menyelesaikan pinjaman tersebut,” tandas Fazwar. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar