Kamis, 21 Juli 2011

JA Wattie Cetak Pendapatan Rp 334 M

JAKARTA – PT JA Wattie Tbk (JAWA) memperkirakan berhasil mencetak pendapatan sebesar Rp 334 miliar pada semester I 2011. Jumlah tersebut meningkat 65,3% dibandingkan pedapatan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 201 miliar. Peningkatan tersebut ditopang oleh meningkatkan harga jual karet dan CPO, serta meningkatnya kualitas maupun kuantitas produksi perseroan selama paruh pertama 2011.

Direktur Keuangan JA Wattie Bambang S Ibrahim menambahkan peningkatan pendapatan tersebut mendongkrak laba bersih perseroan menjadi Rp 113 miliar pada semester I 2011. Jumlah tersebut meningkat 318% dibandingkan laba bersih periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 27 miliar. Ia menambahkan faktor paling signifikan dalam pendapatan semester I adalah tingginya harga kedua komoditas. Ia menjelaskan jika tahun lalu harga karet hanya Rp 29.400, selama semester I 2011 menjadi Rp 44 ribu. 

“Hal serupa juga terjadi pada CPO. Pada semester I 2011, harga CPO menjadi Rp 7.860 per kg. Padahal sebelumnya hanya Rp 6.950,” ungkap Bambang kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (21/7). 

Pada kesempatan yang sama, Bambang mengatakan perseroan telah berhasil mengakuisisisi lahan senilai Rp 10 miliar. Namun, ia enggan untuk menjelaskan luas lahan yang diakuisisi oleh perseroan. Ia hanya mengatakan lahan yang mereka akuisisi berada di Kalimantan Selatan (Kalsel). Ia menambahkan pada tahun ini perseroan berencana dapat membebaskan lahan sebanyak 4.500-6 ribu hektar (ha).

Sebelumnya, Bambang mengatakan dengan akusisi lahan tersebut perseroan meningkatkan belanja modal (capital expenditure/capex) menjadi Rp 273 miliar pada 2011. Jumlah tersebut meningkat 52,5% dibandingkan alokasi capex sebelumnya sebesar Rp 179 miliar.  Peningkatan capex tersebut dilakukan karena perseroan ingin lebih agresif dalam ekspansi lahan pada tahun ini. 

”Pada awalnya, kami hanya mengalokasikan pembebasan lahan sebanyak Rp 17 miliar. Namun, setelah melihat kesempatan yang ada kami pun menaikan alokasi tersebut menjadi Rp 238 miliar,” jelas Bambang. 

Analis Kim Eng Securities Ricardo Silaen memperkirakan pada tahun ini perseroan mengalami margin yang lebih tinggi dalam per hektar tanaman mereka. Ia mengestimasi dalam per hektarnya, karet yang mereka akan hasilkan gross margin 80%, sedangkan CPO sebanyakl 60%. Hal ini ditambah lagi dengan pertumbuhan produksi karet dan CPO yang akan meningkat signifikan sebanyak 20% selama 2011-2013

“Untuk itu, saya merekomendasikan buy untuk saham JAWA dengan target harga Rp 670,” tandas Ricardo. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar