Rabu, 13 Juli 2011

Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rinaldi Firmansyah

Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rinaldi Firmansyah mengatakan akan membuka pembicaraan dengan Indosat dalam waktu dekat. Hal tersebut, lanjut dia, sebagai menindaklanjuti minat perseroan terhadap divisi Starone. Namun, ia enggan untuk menjelaskan waktu tepat pembicaraan tersebut. Ia juga menjelaskan saat ini masih belum menyiapkan opsi dalam realisasi minat tersebut.

“Sampai saat ini kami masih belum berbicara lagi dengan Indosat. Kami belum tau apakah akan membeli atau merger, kita akan terbuka tergantung keinginan Indosat. Klo ditanya yah kami lebih suka untuk merger,” ungkap Rinaldi. 

Menurut Rinaldi, dengan merger tersebut akan membuat keuntungan bagi kedua pihak. Ia mengistilahkan merger tersebut dengan ‘satu tambah satu jadi tiga’. Namun, ia enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Meskipun demikian, Rinaldi menjelaskan minat Telkom terhadap divisi Starone bukanlah menjadi perioritas perseroan. Sebab, lanjut dia, saat ini perseroan tengah berkonsentrasi dalam buy back saham Telkomsel dari SingTel. 

“Prioritas Telkomsel dahulu, setelah itu baru Starone. Kalau ternyata Singtel memberikan sinyal positif kami akan fokus terlebih dahulu kepada Telkomsel. Namun, hingga saat ini SingTel masih pelajari terlebih dahulu dan belum ada tanggapan,” papar Rinaldi.

Rinaldi mengungkapkan akan melakukan berbagai cara-cara korporasi untuk melobi SingTel dalam rencana buy back sebanyak 35% saham Telkomsel tersebut. Salah satunya adalah dengan Singtel International yang merupakan pemegang saham SingTel. Rinaldi tidak membantah apabila transaksi buy back ini akan sangat besar. Terlebih, tambah dia, Telkomsel merupakan perusahaan besar.

Untuk itu, lanjut Rinaldi, perseroan siap melakukan berbagai skema untuk merealisasikan buy back tersebut. Diantaranya adalah menukar (swap) saham Telkomsel yang dimiliki SingTel dengan treasury stock TLKM, membayar secara tunai jika kondisi kas perseroan mencukupi, serta mencari pinjaman dari bank. “Namun, semuanya masih harus menunggu valuasi yang akan kami lakukan dengan financial advisor,” ujar dia.

Sementara itu, Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan masih akan membicarakan lebih lanjut terkait rencana tukar guling saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)-PT Telkomsel dengan Singapore Telecom Ltd (SingTel). ”Itu nanti akan ada pembicaraan secara khusus,” ujar Mustafa di Jakarta (11/7).

Mustafa menjelaskan, pihaknya terbuka dengan opsi adanya rencana tukar guling saham Telkomsel ke saham Telkom. Namun, hal tersebut menurut Mustafa tentunya masih menunggu pembicaraan dengan Singtel terlebih dahulu.  "Nanti bisa di bargain, tukar guling saham telkomsel dengan singtel inilah yang saya maksud butuh pembicaraan lebih dulu. Tetapi sampai saat ini belum ada pembicaraan dengan Singtel terkait buyback saham Telkomsel," jelas dia.(c07/iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar