JAKARTA - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) memprediksi pendapatan perseroan menembus Rp 7,26 triliun pada semester 1 2011. Jumlah tersebut diprediksi meningkat 10% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu senilai Rp 6,6 triliun.
Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto menjelaskan peningkatan pendapatan ini seiring dengan peningkatan volume penjualan pada semester 1 sebesar 9-10%. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), volume penjualan Semen Gresik hingga Juni 2011 telah mencapai 9,2 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 9,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 8,4 juta ton. Ia mengatakan volume penjualan tertinggi masih berada di pulau Jawa, disusul Sumatera.
Namun, lanjut Dwi, peningkatan laba tidak sebesar yang terjadi dengan pendapatan. Ia menjelaskan paruh pertama 2011 tersebut perseroan hanya mencetak pendapatan laba sebesar 5%. “Kinerja semeter I 2011 ini memang berbeda dengan sebelumnya. Sebab, laba pada tahun ini imencatatkan angka pertumbuhan yang tidak lebih besar dibandingkan pendapatan. Hal tersebut terjadi karena adanya tekanan biaya produksi yang meningkat tajam,” ungkap Dwi kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (21/7).
Dwi menjelaskan peningkatan biaya produksi yang paling besar terjadi pada peningkatan harga batubara dan listrik. Untuk kedua elemen produksi tersebut, tambah dia, mengalami peningkatan sebesar 5-8%. Meski mengalami tekanan naiknya biaya produksi, Dwi mengaku sulit untuk menaikan harga jual semen pada saat ini. Sebab, lanjut dia, saat ini industri semen sangat ketat. “Sehingga tidak memungkinkan untuk kami menaikan harga jual saat ini,” jelas dia.
Lebih lanjut Dwi memaparkan hingga akhir Juni 2011, perseroan telah menggunakan 40% dari alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini senilai Rp 5 triliun. Ia menjelaskan penggunanan capex tersebut dialokasikan untuk proyek pembangunan dua pabrik semen baru di Tonasa dan Tuban senilai US$ 594 juta. Kapasitas produksi kedua pabrik tersebut masing-maing sebesar 2,5 juta ton per tahun. Ditambah lagi, lanjut dia, pembangkit listrik sebesar 2×35 MW untuk mendukung beroperasinya pabrik semen baru di Tonasa.
“Pprogres pembangunan pabrik tersebut sangat mengembirakan. Bahkan pabrik semen di Tuban diperkirakan akan selesai pada Desember 2011. Sedangkan di Tonasa akan selesai pada 2012,” papar Dwi.
Untuk sumber pendanaan capex tersebut, Dwi mengatakan hanya menggunakan kas internal sebanyak Rp 4 triliun dan pinjaman sebanyak Rp 1 triliun. Pinjaman tersebut, lanjut dia, berasal dari fasilitas pinjaman dari sindikasi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 3,16 triliun untuk modal kerja. Denagn demikian, pada akhir tahun jumlah pinjaman yang telah dicairkan dari Bank Mandiri sebanyak Rp 1,6 triliun. Sebab, pada 2010 perseroan sudah cairkan Rp 600 miliar.
Managing Reseach Managing Research Investment Management PT Asjaya Indosurya Securities Reza Priyambada memperkirakan biaya pemakaian bahan baku untuk indsutri semen akan menggerus laba sekitar 2,96%. Menurut dia, hal tersebut menjadi tantangan perseroan dalam mengefisieankan beban produksi sehingga menurunkan beban pokok pendapatan. Namun, lanjut dia, langkah perseroan menningkatkan mesin pabrik cukup baik. “Itu dilakukan untuk membuat operasional mesin menjadi lebih efisien,” ucap dia.
Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Chandra Pasaribu menilai samapi Mei 2011, Semen Gresik mencetak pertumbuhan terendah dibandingkan pemain lainnya, yaitu hanya sebesar 8,8% menjadi 7,6 juta ton. Sedangkan untuk Holcim membukukan pertumbuhan penjualan domestik tertinggi, yakni 26,8% menjadi 2,8 juta ton. Disusul Indocement membukukan kenaikan 13,6% menjadi 5,7 juta ton. Sejalan dengan itu, pangsa pasar Holcim naik dari 13,7% menjadi 15,3%. Indocement stabil di level 31%, sementara Semen Gresik tergerus dari 43% menjadi 41%.
Chandra menilai, Semen Gresik mengalami kendala teknis, seperti pemasangan instalasi di dua pabrik baru. Akibatnya, penjualan sulit dipompa. Saat ini perseroan tengah menuntaskan pembangunan pabrik di Tonasa dan Gresik dengan total kapasitas lima juta ton. (iin)
KABAR BAIK!!!
BalasHapusNama saya Mia. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah scammed oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 Juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%.
Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah dia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.
Anda juga dapat menghubungi saya di email saya ladymia383@gmail.com dan kehilangan Sety saya diperkenalkan dan diberitahu tentang Ibu Cynthia Dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya yang saya kirim langsung ke rekening bulanan.