Selasa, 20 Desember 2011

Adaro Akusisi Perusahaan Geothermal

Adaro Akusisi Perusahaan Geothermal 

JAKARTA – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) melalui anak usahanya, PT Adaro Power,  mengakuisisi perusahaan pembangkit listrik berbasis geothermal, PT Sejahtera Alam Energy (SAE). Akuisisi saham tersebur dilakukan dengan membeli saham milik PT Trinergy yang merupakan induk usaha dari SAE.

Pendiri PT Trinergy Herman Afif Kusumo mengatakan dalam akusisi tersebut Adaro akan menjadi pemegang saham domina. Namun, ia enggan untuk menyebutkan lebih lanjut posrdi tersebut. Ia hanya mengatakan masuknya Adaro dalam SAE akan mengamankan permodalan dalam menjalankan proyek pembangkit listrik panas bumi (PLTP/geothermal).

Berdasarkan catatan Investor Daily, SAE akan mengembangkan geothermal dengan kapasitas 220 MW di Baturaden, Jawa Tengah. Pengembangan tersebut akan dilakukan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, Trinergy menargetkan pembangkit dengan kapasitas 110 MW pada 2017, disusul 70 MW pada 2019 dan tahal ketiga sebesar 40 MW pada 2021. Investasi tersebut diperkirakan membutuhkan sana sekitar US$ 1 miliar. 

Namun, Herman menolak untuk mengungkapkan nilai dari akuisisi tersebut. “Saat ini kami masih dalam tahap negosiasi. Yang jelas Adaro akan menjadi dominant. Dengan adanya Adaro dalam SAE, akan membuat financing proyek geothermal lancer. Mengingat Adaro telah menyanggupi, istilahnya menjadi penyandang dana,” ungkap Herman kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (20/12). 

Sedanngkan iklan di surat kabar yang terbit pada 20 Desember 2011, menyebutkan pengambilalihan direncakanan terjadi dalam waktu 45 hari kalender terhitung sejak pengumuman iklan tersebut. 

Sebelumnya, perseroan melalui anak usahanya, PT Alam Tri Abadi telah menandatangi akta jual beli dan pemindahan hak atas 3% saham PT Servo Meda Sejahtera yang dimiliki PT Servo Infrastruktur. Nilai transaksi mencapai Rp 200 miliar. Selain itu, perseroan melakukan joint venture dengan PT Bukit Enin Energi untuk produksi batu bara di Sumatera Selatan.

Agustus lalu, perseroan mengakuisisi mengakuisisi 75% saham PT Mustika Indah Permai (MIP) dengan harga US$ 222,5 juta untuk proyek batu bara  greenfield di Sumatera Selatan. Sejumlah fasilitas pinjaman revolving dipakai untuk membiayai transaksi ini, sehingga meningkatkan rasio hutang bersih terhadap ekuitas menjadi 0,61 kali dan rasio hutang bersih terhadap EBITDA menjadi 1,01 kali.

Hingga akhir September 2011, Adaro membukan laba bersih sebesar US$ 376 juta atau naik 96,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan perseroan didukung oleh naiknya pendapatan bersih perseroan yang naik 48% menjadi US$ 2,9 miliar. Volume produksi perseroan  dan penjualan perseroan sepanjang kuartal III-2011 masing-masing meningkat 10,8% dan 18,4% menjadi 35,28 juta ton 38,33 juta ton. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar