JAKARTA – PT JA Wattie Tbk (JAWA) siapkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 470 miliar pada 2012. Dana tersebut dialokasikan untuk perawatan dan penanaman karet maupun kelapa sawit. Sisanya dialokasikan untuk pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit.
Direktur Keuangan JA Wattie Bambang S Ibrahim menjelaskan dana tersebut berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Namun, ia enggan untuk menjelaskan porsi dari masing-masing sumber dana tersebut. “Capex tersebut masih belum final, untuk itu porsi dari pendanaan tersebut masih kami bahas. Tapi, kemungkinan akan ada opsi pinjaman dalam pendanaan capex tahun depan,” ungkap Bambang kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (8/12).
Bambang menambahkan perseroan akan mengalokasikan capex untuk perawatan dan penanaman karet sebesar Rp 250 miliar. Sedangkan sisanya untuk pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit berkapasitas 45 ton per jam di Kalimantan Selatan (Kalsel). “Pabrik tersebut diperkirakan akan selesai pada akhir 2013,” tambah Bambang.
Sebelumnya, Bambang pernah mengatakan perseroan membidik akuisisi lahan sebanyak 8 ribu hektar (ha) pada 2012. Rencananya, akuisisi lahan tersebut diaokasikan untuk lahan karet sebanyak 4.500 ha dan kelapa sawit sebesar 3.500 ha. Hal tersebut seiring dengan target perseroan untuk menambah lahan mereka menjadi 200 ribu ha pada lima tahun mendatang. Sedangkan akhir tahun mendatang, perseroan diperkirakan lahan yang dimiliki mencapai 68 ribu ha.
Bambang menjelaskan akuisisi lahan akan dilakukan di wilayah Kalimantan. Namun, lanjut dia, perseroan tidak menutup kemungkinan untuk mengakuisisi lahan yang ada di Sulawesi. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi perseroan akan terbatasnya lahan perkebunan di Kalimantan. Ekspansi lahan tersebut dilakukan seiring dengan makin meningkatkan permintaan karet dan CPO.
Namun, Bambang enggan untuk menyebutkan dana yang disiapkan untuk akuisisi tersebut. Sebab, lanjut dia, saat ini perseroan masih menghitung kebutuhan dana tersebut. “Semuanya tergantung pada lokasi akuisisi lahan. Namun, akuisisi lahan diharapkan dilakukan dengan harga pada kisaran sama pada tahun ini, yaitu Rp 4-8 juta,” ungkap Bambang kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2011, JA Wattie mampu mencatatkan laba bersih sebanyak Rp 152,44 miliar. Jumlah tersebut meningkan 176% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak Rp 55,27 miliar. Sedangkan penjualan, perseroan mampu mencatatkan kenaiakn sebanyak 68% dari Rp 298,37 miliar menjadi Rp 502,25 miliar.
Sebelumnya, Bambang merevisi target laba bersih tahun ini menjadi di atas Rp 200 miliar, dari sebelumnya Rp 190 miliar. Jumlah itu naik 250% dibandingkan realisasi 2010 Rp 80 miliar.ia menjelaskan, revisi tersebut dilakukan seiring meningkatnya jumlah produksi karet dan minyak sawit mentah (CPO). (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar