Minggu, 18 Desember 2011

Bakrie & Brothers Optimistis Cetak Pendapatan Rp 13 T

JAKARTA – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) optimistis cetak pendapatan sebesar Rp 13 triliun pada akhir 2011. Walau pada tahun ini perseroan tidak lagi mengkonsolidasikan pendapatan dari PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP). Hal tersebut karena pendapatan perseroan ditopang oleh PT Bakrie Energy International.

Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Eddy Soeparno menjelaskan jumlah tersebut sama dengan perolehan pada 2010. Menurut dia, Bakrie Energy International mampu menutupi pendapatan yang dahulu disumbangkan oleh Bakrie Sumatera. “Soalnya, pendapatan dari Bakrie Energy melonjak tinggi karena peningkatan penjualan diesel. Seiring dengan bertambahnya jumlah klien mereka,” ungkap Eddy sela paparan public di Jakarta, belum lama ini. 

Eddy menambahkan tingginya pendapatan yang disumbangkan oleh anak usaha yang bergerak dibidang trading tersebut, perseroan berencana untuk diversifikasi usaha ke bidang logistic. Hal tersbeut dilakukan untuk meningkatkan margin yang dicatatkan Bakrie Energy, mengingat selama ini margin yang diperoleh dari uisaha trading sangat tipis. Ia menjelaskan logistic tersebut terkait dengan pengapalan minyak dan gas (gas), seperti pengapalan dan pembangunan tangki di Kalimantan Selatan (Kalsel). 

“Untuk diversifikasi tersebut, diperkirakan akan membutuhkan dana sebesar US$ 100 juta,” tegas Eddy.  

Menurut Eddy, dana tersebut akan berasal dari kas internal dan menggandeng mitra yang bergerak di bidang logistic. Namun, lanjut dia, dalam hal ini perseroan akan tetap memegang saham mayoritas, yaitu 70-80%. Ia menjelaskan selain pendanaan, mitra dibutuhkan karena mereka memiliki teknologi dan kemampuan untuk mengoperasikan. Saat ini, tamabh dia, pihaknya tengah perbicara dengan investor asal Asia dan Eropa. “Rencananya, kami akan melakukan diversifikasi ini pada 2012,” papar dia. 

Sementara itu, Direktur Utama Bakrie & Brothers Bobby Gafur menargetkan pertumbuhan pendapatan mencapai 20%-25% pada 2012. Hal itu juga didukung dari optimisme perseroan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 6,5% pada 2012. ia menjelaskan pertumbuhan tersebut sama dengan kondisi perseroan ketika sebelum 2008. Tidak hanya itu, lanjut dia, perseroan optimistis mampu membagikan dividen dengan rasio sebesar 20%-25% pada 2012. 

“Dengan disetujuinya kuasi reorganisasi, maka kami bisa membagikan dividen. Kita akan alokasikan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham,” ucap Bobby. 

Berdasarkan laporan keuangan Semester I 2011, perseroan mencatatkan laba bersih Rp 45,5 miliar. Jumlah tersebut meningkat  126% dibandingkan periode sama pada tahun lalu yang masih mencatatkan rugi sebesar Rp 171,5 miliar. Pada periode yang sama, pendapatan perseroan mengalami penurunan sebesar 42% dari Rp 508,8 miliar menjadi Rp 296,7 miliar. Penurunan tersebut terjadi karena pada tahun ini perseroan sudah tuidak mengkonsolidasikan lagi pendapatan dari Bakrie Sumatera. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar