Minggu, 04 Desember 2011

Alfamart Siapkan Capex Rp 950 M

JAKARTA – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pemilik jaringan minimarket Alfamart, menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 950 miliar pada 2012. Dana tersebut akan digunakan untuk penambahan toko dan distribution center (DC). 

Direktur Sumber Alfaria Trijaya Fernia Kristanto menjelaskan sumber pendanaan capex akan berasal dari kas internal. ”Dengan catatan, penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (Non-HMETD/private placement) jadi dilaksanakan. Tapi hingga saat ini masih belum ada progress, masih belum diputuskan,” ungkap Fernia kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (25/1).

Sebelumnya, perseroan berencana melakukakan private placement. Harga pelaksanaan diperkirakan minimal sebesar Rp 3.386 per lembar. Harga minimal tersebut minimal tersebut merupakan harga rata-rata penutupan pada 25 hari perdagangan bursa secara berturut-turut di pasar reguler. Dana yang akan diraup perseroan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, termasuk pembayaran seluruh utang perseroan serta pengembangan usaha perseroan.

Fernia menjelaskan di tahun ini perseroan menargetkan untuk bisa menambah 800 toko yang terletak di seluruh Indonesia. Dengan demikian, toko Alfamart akan menjadi 6.412 buah pada 2012. Mengingat per Desember 2011, jumlah toko Alfamart diperkirakan mencapai 5.612 buah. Selain toko, Fernia juga menjelaskan di tahun ini perseroan akan membuka tiga DC yang terletak di Bogor, Jember, dan Medan. 

“Untuk satu DC membutuhkan investasi antara Rp 55-70 miliar. Sednagakn satu DC akan mampu melayani 450-600 toko di wilayah tersebut,” tambah Fernia. 

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2011, perseroan mengalami kenaikan laba bersih menjadi Rp226,3 miliar dari Rp152,3 miliar di 2010. Perolehan laba ini didukung pertumbuhan pendapatan bersih perseroan mencapai Rp13,416 triliun dari Rp10,083 triliun. Namun beban pokok penjualan menjadi Rp11,404 triliun dari Rp8,573 triliun, maka laba kotor menjadi Rp2,012 triliun dari Rp1,509 triliun. Belum lagi biaya operasional naik dari Rp26,627 miliar menjadi Rp52,365 miliar.

Perseroan berhasil menurunkan kewajiban berupa utang bank jangka pendek dari Rp449,250 miliar menjadi Rp9,25 miliar. Total aset perseroan Rp4,532 triliun dari Rp4,262 triliun. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar