Sabtu, 10 Desember 2011

Dian Swastatika Sentosa Siapkan Capex US$ 80 Juta

JAKARTA - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 80 juta pada 2012. Dana tersebut berasal dari kas internal dan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).

“Porsi pendanaan dari holding kami untuk capex tersebut adalah sebesar US$ 20 juta. Sedangkan Golden Energy Mines sebanyak US$ 60 juta,” ungkap Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Sentosa Hermawan Tarjono di sela paparan publik di Jakarta, Senin (5/12).

Lebih lanjut Hermawan menjelaskan capex di tingkat holding digunakan untuk upgrade mesin pembangkit listrik yang telah ada. Saat ini, lanjut dia, perseroan mengoperasikan empat pembangkit listrik di Serang, Tangerang, Karwang I dan II. Sedangkan capex Golden Energy Mines, ia menyebutkan akan digunakan untuk membangun jalan 100 km dan pelabuhan di Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Pelabuhan tersebut sangat dibutuhkan karena menjadi bottle neck dalam produksi selama ini. Kami juga tengah mempertimbangkan untuk membangun pelabuhan baru di Kalimantan Tengah (Kalteng),” jelas Hermawan.

Hermawan menegaskan capex tersebut diluar dari pembangunan proyek PLTU Musi Banyuasin, Sumatera Selatan kapasitas 2x150 MW. Proyek tersebut bernilai US$ 400 juta. Dalam pembangunan proyek tersebut, lanjut dia, perseroan akan menggunakan dana internal dan pinjaman bank. Untuk kas internal, lanjut dia, perseroan akan menggelontorkan dana sebesar 20-30% dari nilai proyek tersebut. Sementara 70-80% akan berasal dari pinjaman bank.

“Saat ini kami tengah dalam negosiasi dengan salah satu bank local Indonesia. Kami diberikan waktu selama satu tahun untuk menyelesaikan financial closing pada proyek tersebut,” tambah Hermawan.

Naik 50%

Pada kesempatan yang sama, Hermawan menjelaskan pada 2012 perseroan optimistis akan mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 50% dibandingkan tahun ini. Sedangkan estimasi pendapatan tahun ini diperkirakan akan mencapai US$ 500 juta dan laba bersih sebesar US$ 40 juta. Peningkatan tersebut, lanjut dia, ditopang oleh potensi meningkatnya harga jual dan peningkatan produksi pada tahun depan.

“Tahun ini produksi kami mencapai 5-6 juta ton. Sedangkan 2012 kami menargetkan akan menembus 10 juta ton. Hal tersebut seiring dengan dibukanya empat lokasi penambangan baru,” jelas dia. 
 
Hermawan menjelaskan bisnis sector pertambangan batubara akan menjadi sumber mayoritas dalam pendapatan perseroan. Sebab, lanjut dia, sector ini menyumbangkan sebanyak 60-70%. Sedangkan sisanya akan berasal dari pembangkit listirk, penyediaan menara telekomunikasi (BTS), dan trading. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai masing-masing porsi dari ketiga sector tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2011, perseroan membukukan pendapatan sebesar US$ 415 juta. Jumlah tersebut meningkat 48,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar US$ 280 juta. Sedangkan laba bersih perseroan melonjak 131,3% dari US$ 32 menjadi US$ 74 juta. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar