Martina Berto Bidik Pendapatan Rp 750 M
JAKARTA – PT Martina Berto Tbk (MBTO) membidik pendapatan sebesar Rp 750 miliar pada 2012. Jumlah tersebut meningkat 16% dibandingkan estimasi 2011 sebesar Rp 647 miliar. Kenaikan pendapatan tersebut seiring dengan dikeluarkannya tiga produk baru dan juga trend warna 2012 yang bertemakan Nusa Tenggara.
Direktur Utama Martina Berto Bryan David Emil menambahkan pertumbuhan tersebut juga ditopang oleh optimisme tingginya konsumsi dalam negeri.Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih akan bertumbuh hingga 6% pada tahun depan. Ia menambahkan kontribusi penjualan terbesar masih akan berasal dari segmen bisnis kosmetik yang mencapai 50%. Sedangkan pertumbuhan terbesar berasal dari perawatan rambut yang mampu mencatatkan 25%.
“Untuk itu, kami pun memasag target pertumbuhan laba sebesar 9,8% dari estimasi tahun ini sebesar Rp 42 miliar menjadi 46 miliar,” ungkap Bryan di Jakarta, Senin (5/12).
Bryan menyebutkan pada tahun depan perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 51 miliar. Dana tersebut berasal dari kas internal sebesar Rp 6 miliar. Sedangkan sisanya akan berasal dari dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada Januari lalu sebesar Rp 45 miliar. Capex tersebut, lanjut dia, akan digunakan untuk membangun pabrik di Cikarang, membeli mesin, dan juga labolatorium.
Lebih lanjut Bryan menjelaskan untuk membangun pabrik baru diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 21 miliar. Diharapkan, tambah dia, pembangunan pabrik akan selesai dalam delapan bulan. “Jika pabrik tersebut telah beroperasi, pada tahun depan produksi kami akan mencapai 250 ton. Sedangkan hingga September 2011, realisasi capex sebanyak Rp 35 miliar dari total sebesar Rp 61 miliar,” jelas Bryan.
Meskipun melakukan ekspansi dengan peralatan mesin, Bryan mengatakan perseroan akan tetap menerapkan system padat karya. Dalam hal tersebut, lanjut dia, perseroan memperkejakan 70% wanita. Menurut dia, hal tersebut dilakukan karena perseroan ingin melanjutkan visi dan misi Dr Martha Tilaar, yaitu membawa kecantikan perempuan Indonesia luar dalam. Salah satu dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi para wanita,” ujar Bryan.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan kuartal III 2011, perseroan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 48%menjadi Rp 34,76 miliar dari Rp 23,48 miliar. Kinerja laba yang bagus ditopang oleh penjualan yang tinggi pada seluruh kategori produk. Alhasil, pendapatan perusahaan pada akhir September tahun ini juga meningkat 15% dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu menjadi Rp 463,74 miliar. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar