JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) siap mengerjakan fasilitas produsi minyak dan gas (migas) di Libya pada 2012. Untuk itu, perseroan siap menggelontorkan dana sebesar US$ 200 juta. Hal tersebut dilakukan untuk persiapan perseroan memproduksi di area 47 Libya pada 2014.
Direktur Utama Medco Energi Internasional Lukman Mahfoed mengatakan dana tersebut akan berasal dari kombinasi kas internal corporate dan proyek finance. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai porsi dari masing-masing sumber pendanaan tersebut. untuk kas Internal, lanjut dia, posisi saat ini sangat kuat. Sebab, berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2011 perseroan berhasil mencatatkan kas internal sebesar US$ 495 juta.
“Jumlah tersebut bahkan cukup untuk mendanai proyek yg sedang berjalan apabila ada akuisisi,” ungkap Lukman di Jakarta, belum lama ini.
Lukman menjelaskan US$ 200 juta merupakan sesuai dengan porsi kepemilikan saham perseroan dalam proyek tersebut. Sedangkan total dana untuk proyek tersebut mencapai US$ 800 juta. Ia mengatakan untuk libya 47 development, nantinya 50% capex oleh pemerintah Libya. Sedangkan selebihnya, dimiliki Medco dan Libya Investment Authority yang merupakan kontraktor dalam proyek tersebut. Untuk porsi keduanya, ia menyebutkan masing-masing dari kontraktor tersebut memiliki saham 25%.
“Nantinya, kami untuk membentuk Joint operating company tersebut bertugas untuk mengurusi pembangunan fasilitasnya. Saat ini kondisi Libya tidak mengalami masalah untuk melanjutkan proyek tersebut,” jelas Lukman.
Pada kesempatan yang sama, Lukman menambahkan 2012 merupakan tahun untuk konstruksi seluruh proyek perseroan. Sebab, lanjut dia, selain di Libya perseroan juga mengerjakan proyek migas Blok A di Aceh dan Lapangan Simenggaris di Sumatera Utara. “Kami mengusahakan semua proyek akan sesuai dengan jadwal. Untuk Blok A kemyngkinana akan mulai konstruksi pada Februari 2012,” ujar Lukman.
Sebelumnya, Direktur Pengembangan Medco Energi Internasional Eka Satria untuk pengembangan lahan gas di Blok A perseroan akan menginvestasikan US$ 600 juta. Ia menjelaskan sebagian besar dana tersebut akan berasal dari pinjaman bank. Sejauh ini, salah satu bank yang akan memberikan pinjam itu adalah BNI dengan komposisi 30-70 atau 40-60. Perseroan juga telah melakukan eksplorasi dengan biaya US$ 22 juta melalui kas internal.
“Proyek itu juga diharapkan dapat memproduksi sebesar 60 mmscfd guna memenuhi kebutuhan gas nasional di Provinsi Aceh pada 2014," kata Eka saat ditemui di Medan, Rabu (30/11).
Menurut Eka, kebutuhan gas di Aceh tersebut akan disalurkan melalui Pabrik Pupuk milik Negara, PT Pupuk Iskandar Muda dan Pembangkit Listrik milik Negara, PT PLN (Persero). Dia juga menambahkan fase enginering sudah diselesaikan, dan telah siap untuk dilakukan pekerjaan konstruksi. “Kami juga masih mengkaji kemungkinan mengelola potensi milik PT ExxonMobil Oil Indonesia. Namun sejauh ini kami belum mendapatkan kesepakatan diantara kedua belah pihak dan menunggu keputusan BP Migas,” kata Eka.
Hingga kuartal III-2011, MedcoEnergi berhasil membukukan laba US$ 20,3 juta, atau meningkat 12,8% dibandingkan dengan periode yang sama di 2010 sekitar US$ 18 juta. Peningkatan laba tersebut didukung oleh meningkatnya penjualan bersih minyak dan gas yang mencapai US$ 510,2 juta, atau 60 persen dari seluruh penjualan perseroan. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar