Kamis, 29 Desember 2011

PP Bukukan Kontrak Baru Rp 11,8 T

JAKARTA – PT PP Tbk (PTPP) membukukan kontrak baru sebesar Rp 11,8 triliun hingga minggu ketiga Desember 2011. Hal ini berkat keberhasilan perseroan mememangkan tender dari pemerintah Timor Leste untuk pembangunan Ministry of Finance Building dengan nilai kontrak mencapai US$ 21,7 juta. 

Sekretaris Perusahaan PP Betty Ariana menjelaskan lingkup pekerjaan pembangunan tersebut meliputi struktur, arsitektur serta mekanikal & elektrikal, yaitu pembangunan gedung seluas 20.038 m2 di Aitarac Laran, Dilli. pembanguan tersebut, lanjut dia, ini akan diselesaikan dalam waktu 18 bulan. “Dengan diperolehnya proyek Ministry of Finance Building Timor Leste, lanjut dia, diharapkan sebagai langkah awal dalam menangkap peluang pasar konstruksi yang lebih besar dinegara tersebut,” ungkap Betty dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (28/12). 

Betty mengatakan jika ditambah dengan carry over tahun lalu sebesar Rp 6 triliun, total order book telah mencapai Rp 17,8 triliun. Jumlah tersebut, lanjut dia, dengan komposisi perolehan kontrak dan pendapatan perseroan masih didominasi oleh proyek pemerintah dan BUMN. Perseroan menunjukkan bahwa perolehan kontrak baru selalu meningkat signifikan pada kuartal 4 setiap tahunnya. “Dengan sisa waktu menjelang tutup tahun 2011, kami masih mengincar beberapa proyek yang sedang menunggu keputusan pemenang. Dengan demikian bekal untuk pendapatan tahun depan cukup aman,” papar Betty. 

Lebih lanjut Betty menjelaskan perseroan telah dipercaya untuk menangani pembangunan Bandar Udara di 6 lokasi, yaitu Bandara Sultan Thaha Jambi, Bandara Juwata Tarakan- Kalimantan Timur, Bandara Sepinggan Balikpapan, Bandara Samarinda Baru, Bandara Supadio Pontianak serta Bandara Ngurah Rai Bali. Total Nilai Kontrak keenam Bandara tersebut sebesar Rp 901 Milyar atau sekitar 8% dari total perolehan kontrak baru di tahun 2011. Ini merupakan bentuk kontribusi PTPP dalam pembangunan infrastruktur ditanah air sejalan dengan program MP3EI yang tengah menjadi prioritas pemerintah saat ini. 

“Proyek Bandara ini akan menambah deretan pengalaman perseroan dalam pembangunan bandara antara lain Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Hasanudin Makasar, Garuda Maintenance Facilities Jakarta International Airport Cengkareng,” tandas Betty. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar