JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) meningkatkan belanja modal (capital expenditure/capex) menjadi Rp 7,7 triliun pada 2012. Sebelumnya,perseroan mengalokasikan capex sebesar Rp 6,5 triliun.
Direktur Utama Jasa Marga Frans Sunito mengatakan peningkatan capex tersebut dilakukan karena perseroan meningkatkan alokasi capex kepada anak. Ia menjelaskan jika sebelumnya alokasi capex untuk anak usaha hanya Rp 5 triliiun menjadi Rp 6,3 triliun. Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan akan dimulainya pembangunan sembilan ruas jalan tol baru yang dilakukan oleh anak usaha pada tahun depan.
Kesembilan ruas jalan tol tersebut adalah Bogor Ring Road, Gempol-Pasuruan, Semarang-Solo, Surabaya-Mojokerto, Gempol-Pandaan, Nusa Dua -Ngurah Rai - Benoa, JORR W2 Utara (Ulujami-Kebon Jeruk). Sreta dua ruas tol yang merupakan bagian JORR 2, yaitu Serpong-Kunciran dan Kunciran-Cengkareng.
"2012-2013 akan menjadi tahun konstruksi kami, mengingat banyaknya pengerjaan ruas jalan tol baru," ungkap Frans di Jakarta, Kamis (29/12).
Sedangkan sisa capex sebesar Rp 1,4 triliun, Frans menambahkan akan digunakan untuk moderenisasi peningkatan pelayanan, pekerjaan pemeliharaan rutin, dan overlay. Ditambah, lanjut dia, peningkatan kapasitas dengan pelebaran jalan. Ia menyebutkan tahun depan perseroan akan melebarkan jalan tol Jagorawi (Cibonong sampai Sentul), dan beberapa ruas di jalan tol Bandung.
"Hal tersebut dilakukan untuk antisipasi meningkatnya volume lalu lintas," jelas Frans.
Direktur Keuangan Reynaldi Heirmansjah menjelaskan sumber pendanaan akan berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Ia menjelaskan, penarikan pinjaman akan dilakukan ditingkat perseroan dan anak usaha. Dengan rincian anak usaha sebesar Rp 4,5 triliun dan perseroan Rp 1,6 triliun. Pinjaman tersebut, lanjut dia, sebagian besar akan berasal dari stand by loan yang telah dimiliki perseroan.
Reynaldy menjelaskan khusus untuk proyek rual tol Nusa Dua - Ngurah Rai- Benoa, anak usaha masih belum mendapatkan fasilitas pinjaman bank. Ia menjelaskan saat ini perseroan tengah proses beauty contest. Ia mengharapkan proses tersebut akan selesai dan terpilih pada Januari 2012."Sedangkan sisa pendanaan capex lainnya, ia menjelaskan akan berasal dari kas internal," papar Reynaldi.
Reynaldi menambahkan tahun depan perseroan belum berencana menerbitkan obligasi pada tahun depan. Sebab, lanjut dia, tahun depan tidak ada kebutuhan refinancing utang. Meningat, utang perseroan baru akan jatuh tempo pada Juli 2013. Meskipun demikian, ia mengatakan perseroan tidak akan menutup kemungkinan adanya opsi tersebut.
"Opsi tersebut akan memungkinkan apabila nantinya perseroan memutuskan untuk melakukan percepatan refinancing," ucap Reynaldi.
Bidik Rp 5,4 T
Sementara itu, Frans menyebutkan perseroan membidik pendapatan Rp 5,4 triliun pada tahun depan. Jumlah tersebut, meningkat 11,1% dibandingkan estimasi akhir 2011 sebanyak Rp 4,9 triliun. Sednagkan estimasi tahun ini, lanjut dia, meningkat 11,7% dibandingkan dibandingkan pendapatan 2010 sebesar Rp 4,3 triliun. Ia memaparkan kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan volume lalu lintas pada tahun depan yang diprediksi mencapai 1,116 miliar kendaraan.
"Jumlah volume lalu lintas tersebut meningkat 4,3% dibandingkan estimasi 2011 sebesar 1,07 miliar kendaraan," jelas Frans.
Pada kesempatan yang samaa, Frans menyebutkan perseroan akan menjalin kerjasama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) untuk membangun wahana edukasi di KM 88 Tol Purbaleunyi. Ia mengatakan, tahap I pembangunan akan dilakukan di lahan seluah 25 hektar (haa) dari total lahan sebanyak 45 hektar. "Saat ini kajian bisnis sudah mendekati final. Ini menjadi salah satu usaha kami untuk meningkatkan pendapatan perseroan," tandas Frans. (Iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar