JAKARTA – PT Megapolitan Development Tbk mengincar laba bersih sebesar Rp 52,6 miliar pada 2012 atau meningkat 748,3% dibandingkan estimasi tahun ini Rp 6,2 miliar. Pendapatan diproyeksikan meningkat 234,2% menjadi Rp 350,4 miliar dari Rp 104,7 miliar.
“Peningkatan kinerja tersebut disebabkan dua proyek kami di Cimandala City (Sentul) dan Urbana Cinere (Depok) yang rencananya dibangun pada tahun ini mengalami pergerseran hingga ke 2012. Alhasil, baru akan dibukukan pada pendapatan tahun ini,” Direktur Keuangan Megapolitan Development Leonardo Hendra Wijaya di sela paparan public di Jakarta, Kamis (22/12).
Leonardo menjelaskan pergeseran pembangunan terjadi karena perseroan akhirnya mendesain ulang kedua proyek tersebut. Hal tersebut, lanjut dia, dilakukan karena perseroan ingin melakukan penyempurnaan, efesiensi perencanaan, dan memberikan nilai tambah pada proyek tersebut. Meskipun demikian, ia memastikan nilai dari proyek tersebut tidak mengalami perubahan yang signifikan. Namun, ia tidak menyebutkan nilai dari proyek tersebut.
Lebih lanjut Leonardo mengatakan selain membangun dua proyek tersebut, perseroan juga akan membangun satu menara lagi di bisnis unit Karawaci (Tangerang). Ia menjelaskan menara tersebut akan dibuat sekelas kondotel. “Minat pembeli di kawasan ini sangat tinggi. Bahkan dari 7222 unit yang tersedia lebih dari 500 unit telah tersewa atau terhuni,” jelas dia.
Direktur Utama Megapolitan Lora Melani Lowas mengungkapkan perseroan akan meningkatkan porsi recurring income. Untuk itu, lanjut dia, perseroan akan membangun mal, hotel, dan komersial unit pada ketiga proyek tersebut. “Dengan land bank yang kami miliki saat ini dan berbagai strategi pengembangan yang kami jalankan, kami yakin perseroan akan mampu mencapai pertumbuhan pendapatan yang kuat ke depannya,” tuturnya.
Sementara itu, Leonardo menambahkan untuk hotel, perseroan akan menggandeng operator dalam pengelolaan. Saat ini, lanjut dia, perseroan tengah berbicara dengan dua atau tiga operator. Namun, ia enggan untuk menyebutkan nama dari operator tersebut. Ia hanya mengatakan perseroan rencananya akan membangun hotel bintang tiga. Hal tersebut, lanjut dia, berdasarkan kebutuhan dan melihat peluang bisnis yang ada pada proyek perseroan tersebut.
“Pada 2012, diperkirakan sumbangan recurring income akan mencapai Rp50 miliar atau 15% dari total pendapatan perseroan. Sedangkan di 2013, kami targetkan recurring income 30% seiring dengan selesainya pembangunan mal dan hotel di proyek-proyek kami tersebut,” tandas Leonardo. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar