Adhi Karya Bidik Laba Bersih Rp 204,6 M
JAKARTA – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membidik laba bersih sebesar Rp 204,6 miliar. Jumlah tersebut meningkat 11,2% dibandingkan dengan estimasi tahun ini Rp 183,3 miliar. Pendapatan diproyeksikan meningkat 34,4% menjadi Rp 9,41 triliun dari Rp 7 triliun.
“Kami optimistis akan mencapai target laba tersebut. Sebab, pada tahun depan kami yakin mampu merampungkan semua kontrak baru dan juga carry over pada 2012,” ungkap Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan di sela paparan public di Jakarta, Rabu (21/12).
Kiswodarmawan menjelaskan pada tahun depan perseroan akan memfokuskan pada lima linis bisnis, yaitu infrastruktur, konstruksi, EPC, property, dan real estaste. Untuk itu, menargetkan untuk mencatatkan kontrak sebesar Rp 13,5 triliun. Kontrak tersebut terdiri dari konstruksi senilai Rp 10,4 triliun, EPC senilai Rp 2,7 triliun, properti Rp 3 miliar, dan real estate senilai Rp 1 miliar. Adapun carry over perseroan pada 2012 mencapai Rp11,5 triliun.
“Selain itu, pata tahun depan perseroan juga akan meningkatkan porsi recurring income. Rencananya, kami akan masuki sector Independent Power Producer (IPP) dan real estate yang dikembangkan di Bekasi,” jelas Kiswodarmawan.
Tidak hanya itu, lanjut Kiswodarmawan, perseroan juga berancana menambah porsi recurring income di masa depan dengan membangun menara 100 lantai ditujukan untuk perkantoran. Ia memperkirakan nilai proyek tersebut akan menghabiskan dana sebesar Rp 2 triliun. Rencananya, proyek tersebut akan dibangun di kawasan SCBD, Jakarta dengan luas lahan diatas 1,5 hektar.
Kiswodarmawan menjelaskan tanah tersebut merupakan penyertaan asset pemerintan dalam penawaran umum terbatas rights issue atau disebut dengan inbreng. Ia menambahkan nilai jual objek pajak (NJOP) dari kira-kira sekitar Rp500 miliar. Ia memperkirakan rights issue tersebut akan dilakukan pada semester II 2012. Dengan demikian pembangunan diperkitakan baru akan bisa berjalan pada 2013.
“Kami ingin menjadikan 100 menara tersebut menjadi iconic building dengan tinggi 1.700 feet. Sebab, nantinya akan menjadi gedung tertinggi ketiga di dunia setelah Burj Dubai di Uni Emirat Arab dan taipe 101 Building di Taiwan,” tegas Kiswodarmawan.
Lebih lanjut Kiswodarmawan mengatakan apabila rights issue tersebut jadi dilaksanakan, pada 2012 perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 220 miliar. “Namun, jika tidak jadi menggelar aksi korporasi tersebut pada tahun depan, kemungkinan capex kami hanya akan menjadi setenaghnya,” tandas dia. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar