Selasa, 27 Desember 2011

Trada Maritime Gelar Rights Issue 2012

JAKARTA – PT Trada Maritime Tbk (TRAM) berencana untuk menggelar penawaran umum terbatas (rights issue) saham pada awal 2012. Aksi korporasi tersebut dilakukan untuk mendukung pendanaan ekspansi perseroan di bidang pertambangan batubara mencapai US$ 400-600 juta. 

Dalam rangka persersiapan rights issue, Trada telah menunjuk PT HD Capital Tbk sebagai financial advisor mereka. Hal tersebut terkait rencana untuk masuk ke sector tambang batubara secara terintegrasi. Mulai dari pengolahan tambang, pengangkutan, hingga penjualan akhir. Seiring dengan pembelian convertible bonds yang diterbitkan PT Awesome Coal pada September 2011. 

Pembelian tersebut tertuang pada Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan asal Uni emirat Arab, Zakia Limited, yang meiliki CB tersebut. Dengan demikian, Trada berpeluang memiliki tambang batu bara di Mantar, Damai, dan Kutai Barat, yang dimiliki oleh Awesome Coal. Ketiga lokasi itu terletak di Kalimantan Timur, dengan total luas 5.530 hektar.

“Kami ditunjuk Trada Maritime untuk financial advisory. Mereka berencana melakukan rights issue pada awal tahun depan. Hal ini terkait dengan MoU convertible bond yang ditandatangi perseroan dengan Zakia Limited pada beberapa waktu lalu,” ungkap Presiden Direktur HD Capital Antony Kristanto

Namun, Anthony masih enggan untuk menjelaskan dana yang dibidik perseroan dalam aksi korporasi tersebut. Ia hanya mengatakan untuk ekspansi di batubara tersebut perseroan akan membutuhkan dana sebesar sebanyak US$ 400-600 juta. “Hal ini masih dalam proses pertimbangan lebih lanjut,” jelas dia. 

Sementara itu, Direktur Keuangan Trada Maritime Adrian E Sjamsul tidak memungkiri rencana tersebut. Ia menjelaskan hal tersebut diambil sebagai opsi pendanaan perseroan dalam memasuki bisnis pertambangan batubara secara terintegrasi. Namun, ia pun mengaku masih belum dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Sebab, lanjut dia, hal tersebut dilakukan sesuai dengan size kebutuhan dalam pengembangan bisnis tersebut. 

“Sektor batubara merupakan impian kami. Kami akan mengembangkan bisnis ini secara integrasi. Untuk itu, begitu akuisisi dilakukan, persiapan kami selanjutnya adalah mengenai trasportasinya,” jelas Adrian. 

Adrian menjelaskan, perseroan tertarik untuk masuk dalam bisnis batubara karena sector ini semakin menjanjikan di masa mendatang. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya kebutuhan batubara di dunia, seiring dengan kebutuhan energi dunia. Ia pun menjelaskan tambang yang akan mereka akuisisi tersebut memiliki kalori yang tinggi. Namun, ia enggan untuk menyebutkan jumlah kalori tersebut. “Saat ini, tambang batubara tersebut tenagh dipersiapkan infrasturkturnya,” lanjut dia. 

Lebih lanjut Adrian mengatakan akan mengandeng partner dalam penggarapan bisnis batubara tersebut. Hal tersebut, lanjut dia, dilakukan karena perseroan masih belum memiliki pengalaman dalam mengelola bisnis tambang batubara secara keseluruhan. Saat ini, ia mengatakan masih berbicara dengan beberapa pihak untuk dijadikan partner dalam bisnis tersebut. Namun, lanjut dia, sebenarnya perseroan telah mempersiapkan diri sejak lama untuk masuk di bisnis batubara tersebut. 

“Hal ini terbukti dengan sudah adanya bisnis tug and barges kami. Bahkan telah melayani PT Berau Coal Energy Tbk. Nantinya, akan ada dua lini bisnis usaha dibawah Trada, yaitu pelayaran dan tambang batubara,” tambah Adrian. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar