Selasa, 27 Desember 2011

Semen Gresik Kaji Obligasi Berkelanjutan Rp 3,3 T

JAKARTA – PT Semen Gresik Tbk (SMGR) mengkaji penerbitan obligasi berkelanjutan sekitar Rp 3,3 triliun pada 2012. Dan atersebut digunakan untuk membiayai ekspansi perseroan di tahun depan yang diperkirakan mencapai Rp 5,5 triliun. 

“Saat ini kami masih kaji sumber pendaan dan berdiskusi dengan beberapa lembaga keuangan. Yang jelas saya perkirakan 60% dari total dana yang dibutuhkan dari eksternal. Menurut kami, obligasi saat ini sangat bagus dalam pendanaan,” ungkap Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto di Jakarta, Jumat (23/12). 

Lebih lanjut Dwi menjelaskan pada tahun depan ekspansi perseroan akan menghabiskan Rp 5,5 triliun. Dana tersebut, lanjut dia, diginakan untuk menyelesaikan pembagunan dua pabrik dan satu pembangkit listrikl yang sedang berjalan. Ditambah lagi dengan persiapan pembangunan proyek baru di Sumatera dan Jawa. “Kepastian mengenai penerbitan obligasi tersebut baru akan ditentukan pada pertengahan tahun mendatang. Saat ini, kas kami masih sangat cukup untuk memenuhi pendanaan tersebut,” ucap dia.  

Sementara itu, Direktur Keuangan Semen Gresik Ahyanizzaman menjelaskan obligasi merupakan pendanaan yang paling ideal dibandingkan sumber eksternal lainnya. Ia mencontohkan pinjaman bank dikhawatirkan akan sangat berfluktuatif perkembangan tingkat suku bunganya. “Jika suku bunga kembali naik, hal ini bisa berbahaya bagi kami,” tegas dia. 

Ahyanizzaman menambahkan kemungkinan denominasi obligasi tersebut adalah rupiah dan ditawarkan di dalam negeri. Menurut dia, hal tersbeut dilakukan kerena penerimaan perseroan sebagian besar adalah local. Ia menjelaskan apabila di keluarkan dalam dollar dan di luar negeri, perseroan harus memperhitungan hedging. Alhasil, lanjut dia, hal tersebut malah akan membuat biaya menjadi lebih tinggi. 

“Kalaupun harus memenuihi capex dengan dollar dan euro, kita bisa spot atau mungkin kita jangka pendek atau menengah,” papar Ahyanizzaman. 

Ahyanizzaman bahkan mengatakan tidak menutup kemungkinan apabila perseroan mengkaji opsi penerbitan obligasi secara berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan aghar tidak negative carry. Ia pun mengatakan opsi tertsebut diambil berdasarkan melihat keberhasilan dikarenakan obligasi ini seperti yang dilakukan oleh PT Antam Tbk (ANTM). Namun, lanjut dia, perseroan masih melihat kondisi pasar seperti apa di tahun depan. 

Lebih lanjut Ahyanizzaman memperkirakan keputusan untuk obligasi tersebut kemungkinana akna dimintakan persetuuan terlebih dahulu kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Rencannaya, lanjut dia, hal tersebut akan digelar setelah laporan keuangan perseroan dikeluarkan atau Mei mendatang. “Dengan demikian, semester I akhir fund rising akan lebih intens,” papar dia. 

Optimistis naik 12%

Pada kesempatan yang sama, Dwi menjelaskan pada akhir 2011 perseroan optimistis akan mencetak kenaiakan pendapatan sebesar 12% dibandingan pendapatan tahun lalu sebesar Rp 14,3 triliun. Untuk laba bersih, lanjut dia, kemungkinan akan meningkat 8-10%. Sedangkan pada 2010, perseroan mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,6 triliun. 

Sebelumnya, Semen Gresik menargetkan penjualan 2012 bisa meningkat menjadi 10% menjadi sekitar Rp 15,77 triliun. Pada 2010, pendapatan bisa mencapai Rp 14,3 triliun. Meningkatnya pendapatan ini akan ditopang oleh naiknya produksi perseroan karena semakin optimalnya dua fungsi pabrik di Tuban dan Tonasa. Dengan demikian, target produksi perseroan tahun depan akan menjadi 22,5 juta ton. 

“Tahun depan kita akan diutungkan oleh meningkatnya produksi. Produksi bisa digenjot, sekitar 2 juta. Sehingga penjualan bisa meningkat minimal 10%,” kata Dwi. 

Namun, Dwi mengaku terkait harga jual perseroan belum mengaklkulasi rinci, berapa kenaikannya dibanding tahun ini. Hanya saja, dipastikan harga akan meningkat, seiring dengan meningkatnya demand akan semen sekitar 16%. “Tahun depan demand-nya naik sekitar 16%, seiring dengan meningkatnya pembangunan dan program percepatan infratsruktur,” kata dia.

Tahun ini, Semen Gresik menargetkan bisa menyelasaikan pabrik SemenTonasa. Dengan selesainya pabrik ini, akan ada tambahan kapasitas sebesar 2,5 juta ton. Sementara tahun depan, pabrik di Semen Padang ditargetkan bisa menambah kapasitas sebesar 2,5 juta ton juga. Pabrik ini ditargetkan tuntas pada Maret atau April 2012.   

Pada 2011 ini, kapasitas produksi Semen Gresik secara keseluruhan ditargetkan mencapai 20,2 juta ton. Dari target produksi tersebut, penjualan semen diharapkan bisa mencapai sebesar 19,5 juta ton. Produksi terbesar dikontribusikan dari produksi Semen Gresik sebesar 10 juta ton, Semen Padang 6,1 juta ton, dan Semen Tonasa 4,1 juta ton. Tahun depan, kapasitas produksi diharapkan bisa mencapai 22,5-23 juta ton. (iin) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar