Senin, 19 Desember 2011

Capitalinc Alokasikan capex US$ 25 Juta

JAKARTA – PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 25 juta pada 2012. Rencananya, dana tersebut dialokasikan untuk eksplorasi dan eksplorasi enam blok minyak dan gas yang dimiliki perseroan. Capex tersebut sepenuhnya akan berasal dari pinjaman bank.  

“Saat ini kami tengah melakukan pembicaraan dengan pihak Bank, baik dalam maupun luar negeri. Diperkirakan pinjaman akan didapatkan pada semester I 2011,” ungkap Direktur Capitalinc Investment Budi Prihantoro di sela paparan public di Jakarta, Senin (19/12). 

Budi menjelaskan pada 2012 perseroan akan mulai eksploitasi dua blok minyak, yaitu Blok Tonga dan Blok Ibul. Untuk Blok Tonga, lanjut dia, diharapkan akan mulai memproduksi rata-rata 1.200 Barel Oil Per Day (BOPD) pada 2012. Sedangkan blok Ibul, ia memperkirakan akan mampu produksi 330 BOPD. “Dengan demikian tahun depan kami akan mampu memproduksi minyak sebanyak 1530 BOPD,” jelas dia. 

Lebih lanjut Budi menjelaskan pada tahun depan perseroan akan melakukan eksplorasi pada empat blok, masing-masing dua blok minyak (Air Komering dan Seinangka Senipah) dan dua blok gas (East Kangean dan Suci). Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan diperolehnya perpanjangan jangka waktu eksplorasi antara dua hingga empat tahun dari BP Migas. 

Namun, Budi menegaskan pada tahun depan perseroan masih akan focus pada penggarapan di bidang minyak. Sedangkan untuk sector gas, ia memperkirakan baru akan dilaksanakan pada dua hingga tiga tahun mendatang. Hal tersebut seiring dengan strategi perseroan membagi penggarapan sector migas menjadi dua tahap.  “Pertama, kami lebih mendahulukan focus pada sector minyak. Sedangkan untuk sector gas kami lebih menjadikan sebagai bisnis sector panjang. Mengingat sector gas membutuhkan dana besar,” papar dia. 

Pada kesempatan yang sama, Investor Relation Capitalinc Investment Budy Powito menjelaskan pada tahun depan perseroan membidik pendapatan sebesar Rp 63 miliar. Jumlah tersebut meningkat 108,1% dibandingkan estimasi pendapatan pada tahun ini sebesar Rp 30,27 miliar. Menurut Budy, kenaiakan pendapatan tersebut seiring dengan mulai berproduksinya dua blok minyak milik perseroan. 

“Dengan pendapatan Rp 63 miliar, diharapkan margin laba usaha kami akan tercatat sebanyak 20% atau sebesar Rp 12-13 miliar pada tahun depan,” tegas Budy. 

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2011, perseroan mampii menbukukan pendapatan sebesar Rp 22,7 miliar. Jumlah tersebut meningkat 26,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 18 miliar. Pada periode yang sama, perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 7,1 miliar. Angka tersebut terjadi sebagai akibat adanya biaya operasional dari perusahaan migas yang diakusisi perseroan pada September 2010. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar