JAKARTA - PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) mencari pinjaman sebesar US$ 60 Juta pada 2012. Dana tersebut digunakan untuk ekspansi produksi perseroan tahun depan.
Direktur Utama Multistrada Arah Sarana Pieter Tanuri mengatakan dana pinjaman tersebut digunakan untuk menambahkan kekurangan pendanaan ekspansi produksi perseroan. Sebab, lanjut dia, dana ekspansi tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun. Sebelumnya dana untuk ekspansi produksi hanya berasal rights issue.
"Tahun depan perseroan akan meningkatkan produksi dari 25 ribu ban perhari menjadi 35 ribu ban perhari," ungkap Pieter di Jakarta, belum lama ini.
Berdasarkan prospectus yang diterbitkan, perseroan berencana menggelar penawaran umum terbatas (rights issue) saham sebesar Rp1,53 triliun. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menerbitkan 3,06 miliar saham atau 33,33% dengan harga eksekusi Rp 500. Sebanyak 44% dana hasil rights issue atau senilai Rp 673,41 miliar dialokasikan untuk pembelian mesin dan peralatan produksi ban mobil dan motor.
Sedangkan sebesar 30% atau Rp 459,14 miliar) akan digunakan untuk modal kerja perusahaan. Sementara sisanya (26%) dana hasil rights issue atau sekitar Rp 397,92 miliar akan digunakan untuk mengembangkan usaha hutan tanaman industri, termasuk karet.
Sebelumnya Piter mengatakan perseroan siap menggarap sector perkebunan karet dengan investasi sebesar Rp 3 triliun. Dalam menggarap perkebunan tersebut, perseroan telah membentuk anak usaha PT Multistrada Agro Internasional. Hal tersebut dilakukan untuk mengamankan pasokan bahan baku kepada perseroan.
“Untuk tahap pertama, kami akan menggelontorkan dana sebanyak Rp 400 miliar. Dananya akan berasal dari penawaran umum terbatas (rights issue),” tandas Pieter.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2011, pendapatan perseroan meningkat Rp 555,64 miliar atau 36,51% menjadi Rp2,07 triliun. Meskipun pendapatannya meningkat, margin laba komprehensif atribusi induk perseroan yang dipimpin Pieter Tanuri itu justru menurun menjadi 6,55% dari sebelumnya 7,55% pada kurun waktu yang sama.
Hal itu disebabkan peningkatan laba komprehensif perseroan hanya dibukukan sebesar 18,05% menjadi Rp136,25 miliar dari sebelumnya Rp114,97 miliar pada periode yang sama. Pengembalian ekuitas (return on ekuitas/ROE) perseroan dibukukan sebesar 0,077% per akhir September, meningkat tipis dari sebelumnya sebesar 0,073% pada akhir tahun lalu. (Iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar