Minggu, 18 Desember 2011

Jababeka Ekspansi Lahan Rp 500 M

JAKARTA – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menyiapkan dana untuk ekspansi lahan senilai Rp 500 miliar pada 2012. Rencananya, ekspansi lahan akan dilakukan disekitar wilayah miliki perseroan di Cikarang. Ekspansi lahan tersebut dilakukan untuk memenuhi pertumbuhan peningkatan lahan industri pertahunnya. 

“Dana tersebut akan berasal dari kas internal perseroan,” ungkap Sekretaris Perusahaan Jababeka Muljadi kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (13/12).

Muljadi menambahkan permintaan lahan untuk industri mencapai 100 hektar per tahun. Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mendorong peningkatan industri dalam negeri. Namun, ia enggan untuk menyebutkan luasan lahan yang akan didapatkan perseroan dengan investasi tersebut. “Luasan lahan akan sangat tergantung pada hasil negosiasi. Jadi kami tidak bisa menentukan jumlah lahan tersebut saat ini,” ungkap Muljadi. 

Saat ini, Jababeka memiliki kawasan industri seluas 1.570 ha di Cikarang, Jawa Barat, dan 1.000 ha di Cilegon, Banten. Perseroan juga memiliki kawasan perumahan seluas 1.400 ha di Cikarang.  

Berdasarkan riset Bahana Securities, penjualan Jababeka tahun depan diproyeksikan mencapai Rp 1,96 triliun atau tumbuh dibandingkan ekspektasi tahun ini Rp 1,16 triliun. Laba bersih diproyeksikan melonjak lebih dari 100% dari estimasi Rp 192 miliar menjadi Rp 384 miliar. Katalis lain penopang kinerja keuangan perseroan datang dari pertumbuhan pendapatan berkelanjutan (recurring incomes), seiring dengan mulai dioperasikannya pembangkit listrik (power plant) dan pelabuhan kering (dry port). 

Pada kesempatan yang sama, Muljadi menjelaskan perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk pembangaunan tahap awal bandara di Banten Selatan. Ia mengatakan pembangunan tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan bisnis pariwisata perseroan di kawasan tersebut, yaitu Tanjung Lesung. Ia mengatakan besarnya bandara yang akan dibangun tersebut akan sebesar Bandara Mata Hora di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. 

“Rencananya, pembangunan bandara tersebut akan dimulai pada tahun depan. Selain itu, kami juga akan menjalin kerjasama dengan President University untuk sekolah penerbangan di bandara tersebut,” jelas Muljadi. 

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono mengungkapkan, wilayah Banten Selatan memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan, yakni kawasan wisata Tanjung Lesung. Banyak ekspatriat yang datang ke wilayah tersebut, sehingga untuk mempermudah perjalanannya bisa difasilitasi dengan adanya infrastruktur bandara bertaraf internasional.
 
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2011, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 603,1 miliar. Jumlah tersebut meningkat 64,5% dibandingkan periode yang sama sebesar Rp 366,6 miliar. Sedangkan laba bersih, perseroan mampu mencetak kenaikan 142% dari Rp 51,3 miliar menjadi Rp 124,2%. (iin) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar