Minggu, 04 Desember 2011

Laba Indofarma Melonjak 122% pada 2012

JAKARTA - PT Indofarma Tbk (INAF) membidik laba bersih sebesar Rp 75-100 miliar pada 2012. Jumlah tersebut meningkat 66,6-122,2% dibandingkan estimasi laba bersih tahun ini sebesar Rp 45 miliar. 

Direktur Utama Indofarma Djakfarudin Junus menjelaskan peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh efesiensi yang diterapkan perseroan seperti tahun ini. Ia menyebutkan efisiensi yang diterapkan tersebut merupakan integrated system, mulai dari bahan baku hingga pemasaran. Untuk itu, ia pun memperkenalkan sistem. manajemen resiko dalam efisensi tersebut. 

Djakfarudin mencontohkan  mekanisme pengadaan bahan baku secara independent melalui komite bahan baku. Alhasil, lanjut dia, mampu menciptakan internal cost reduction yang signifikan. Ia menjelaskan sistem  tersebut sebenarnya telah diterapkan perseroan sejak tahun ini. Keberhasilan sistem tersebut, tambahnya dibuktikan dengan keberhasilan mencetak laba bersih positif. 

"Laba bersih positif tersebut merupakan yang pertama terjadi selama 10 tahun terakhir. Untuk itu, kami pun optimistis akan mampu mencapai Rp 75-100 miliar pada tahun depan," ungkap Djafarudin di Jakarta, Kamis (1/12).  

Selain itu, lanjut Djakfaruddin, didukung pula dengan adanya penetrasi pasar baik di domestik dan luar negeri. Untuk dalam negeri, ia menjelaskan perseroan akan melakukan pemasaran hingga ke tingkat kabupaten dengan membidik mantri dan bidan. Sedangkan untuk luar negeri, ia menyebutkan akan mulai memasarkan obat tanpa resep di Singapura dan Myanmar pada tahun depan. 

Tidak hanya itu, lanjut Djakfarudin, perseroan juga akan mengembangkan lini bisnis baru, yaitu jasa teknik healthcare. Ia menjelaskan jasa ini perseoan menyediakan perbaikan mesin farmasi dan pembuatan mesin farmasi skala kecil. Demi memuluskan rencana tersebut, ia menjelaskan perseroan telah mengangkat Direktur Operational baru, yaitu Bambang solihin. 

"Bisnis ini akan menyumbangkan laba 5% kepada peseroan pada 2012. Sebab, distribusi akan kami lakukan sendiri," tegas Djakfarudin. 

Lebih lanjut Djakfarudin menjelaskan perseroan akan melakukan aliansi strategis dengan industri sejenis untuk menghadapi persaingan farmasi. Namun, ia enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. 

Pada kesempatan yang samaa, Djakfarudin menyebutkan perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditur/capex) 2012 sebesar Rp 90 miliar. Dana tersebut, lanjut dia, akan digunakan untuk perbaikan mesin produksi dan pengembangan bisnis perseroan lainnya, diantaranya jasa teknis healthcare tersebut. Ia menjelaskan dana tersebut akan berasal dari pinjaman bank. "Kami sudah melakukan dengan bank BUMN tersbesar di Indonesia untuk pinjaman tersebut," jelas dia. 

Sednagkan mengenai kuasi reorganisasi, Djakfarudin optimistis akan menggelar halKuasi organisasi pd 28 desember, kita aksi korporasi tersebut pada 28 Desember 2011. Kuasi tersebut, tambah dia, dilakukan dengan menggunakan buku September 2011. "Dengan kuasi organisasi tersebut, aset kami akan menjadi Rp 1,2 Ttriliun," tandas dia. (Iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar