JAKARTA – PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) memangkas rencana penerbitan obligasi menjadi Rp 1,5 triliun pada Mei atau Juni 2012. Sebelumnya, perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 3-4 triliun.
Direktur Keuangan Cipta Marga Nusapala Persada Indrawan Sumantri mengatakan pemangkasan nilai obligasi tersebut dilakukan setelah perseroan mengkaji ulang nilai kebutuhan dan alokasi perseroan. Rencananya, dana tersebut hanya akan digunakan untuk akuisisi 2-3 ruas tol dari 24 ruas tol mangkrak mengikuti tender enam ruas tol dalam kota. Jika mendapatkan ruas tol yang diakuisisi tersebut, lanjut dia, seluruhnya akan berada dibawah PT Citra Persada Infrastruktur.
Sebelumnya perseroan memasukan dana akuisisi perusahaan infrastruktur pertambangan dan pembangunan jalan tol yang diinisiasi perseroan. Dengan jumlah tersebut, perseroan membutuhkan dana sebesar Rp 4-5 triliun.
“Setelah dihitung ulang kebutuhannya hanya sebesar Rp 1,5 triliun. Kami perkirakan sudah mendapatkan dana tersebut pada Mei-Juni 2012,” ungkap Indrawan di sela paparan public di Jakarta, Rabu (28/12).
Indrawan menambahkan kemungkinan besar akan melakukan penerbitan obligasi secara berkelanjutan. Sebab, lanjut dia, beberapa penjamin emisi (underwriter) menyarankan hal tersebut mengingat dengan obligasi berkelanjutan peluang negative carry akan lebih kecil. Namun, ia mengatakan saat ini perseroan masih belum menentukan underwriter. Namun, ia menyebutkan saat ini sudah ada tiga underwriter yang tengah berbicara dengan perseroan.
“Nantinya akan sesuai dengan kemampuan underwiter sendiri dalam menjamin emisi tersebut. Diharapkan penunjukan underwriter ini bisa tuntas pada dua hingga tiga bulan mendatang,” ucap Indrawan.
Lebih lanjut Indrawan menuturkan, penerbitan obligasi tersebut akan menggunakan buku Desember 2012 dan bertenor lima tahun. Ia pun menjelaskan pihaknya telah memasukan persyaratan administrasi untuk mendapatkan rating kepada PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). “Namun, kami belum melengkapi persyaratan proyeksi keuangan kepada Pefindo. Kemungkinan Januari mendatang baru kami ajukan,” jelas dia.
Capex Rp 500 M
Pada kesempatan yang sama, Indrawan mengatakan perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 550 miliar. Dana capex tersebut, lanjut dia, akan berasal dari kas internal. Ia menjelaskan capex tersebut akan dialokasikan untuk proyek jalan tol Depok-Antasari sebesar Rp 500 miliar dan sisanya untuk perawatan. “Saat ini posisi kas internal kami sangat kuat,” tegas dia.
Indra menjelaskan pada 2012 perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 856 miliar. Jumlah tersebut meningkat 15,44% dibandingkan dengan estimasi pendapatan tahun ini sebesar Rp 791 miliar. Sedangkan laba bersih, tambah dia, ditargetkan tumbuh 3,9% menjadi Rp 320 miliar dari Rp 308 miliar. Ia menjelaskan kenaikan tersebut akan disumbangkan oleh kenaikan tariff tol yang akan dinikmati dalam satu tahun penuh setelah mengalami kenaikan pada Oktober lalu. Serta kenaikan tol Surabaya sebesar 10% pada tahun depan.
“Ditambah kenaikan volume lalu lintas. Jika tahun ini volume lalu lintas di Jalan tol dalam kota Jakarta (JIUT) 193 juta dan Waru-Djuanda 8,9 juta. Sedangkan, pada tahun depan akan menjadi 195 juta kendaraan di JIUT dan 9,7 juta kendaraan di Waru-Djuanda,” paparnya. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar