Selasa, 13 Desember 2011

Gozco Siapkan Capex Rp 350 M

JAKARTA – PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 350 miliar pada 2012. Dana tersebut digunakan untuk perawatan tanaman dan penanaman baru pada tahun depan. 

Presiden Diretur Gozco Plantation Tjandra Gozali menjelaskan capex tersebut akan berasal dari kas internal dan pinjaman. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Ia hanya mengatakan pinjaman tersebut akan dicairkan dari fasilitas pinjaman yang telah dimiliki perseroan. Rencananya, lanjut dia, capex yang berasal dari pinjaman akan dialokasikan untuk perawatan tanaman. 

“Sedangkan tanaman baru menggunakan kas internal,” ungkap Tjandra kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (13/12).

Tjandra menambahkan pada 2012 perseroan akan menaman baru kelapa sawit seluas 6-7 hektar tanaman. Tanaman tersebut, lanjut dia, akan ditanam di lahan yang terletak di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan. “Tahun depan, kai masih akan focus pengembangan lahan di kedua wilayah tersebut,” tambah dia. 

Adapun total cadangan lahan Gozco, merujuk data PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pelindo), mencapai 124 ribu ha. Per Juni 2011, luas lahan belum tertanam mencapai 89.838 ha. Gozco memiliki perkebunan sawit di Kalbar seluas 33.350 ha, Sumatera Barat (Sumbar) 39.500 ha, Sumsel 31.310 ha, dan Kalimantan Tengah (Kalteng) 19.374 ha. Perkebunan ini dikelola anak-anak usahanya, yakni PT Bumi Mas Indo Sawit PT Golden Blossom Suamtra, PT Cahya Vivi Abadi, dan PT Palma Sejahtera.

Lebih lanjut Tjandra menjelaskan pada tahun depan optimistis akan mampu membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 20% dibandingkan pencapaian tahun ini. Namun, ia masih enggan untuk menyebutkan estimasi pendapatan tahun ini. Ia hanya mengatakan peningkatan pendapatan tahun depan akan ditopang oleh meningkatnya produksi minyak sawit mentah (CPO). Seiring dengan selesainya pembangunan pabrik baru berkapasitas 45 ton tanda buah segar (TBS)/jam. 

“Saat ini kapasitas produksi kami mencapai 135 ton tbs/jam, sedangkan tahun depan akan menjadi 180 ton TBS/jam,” tandas Tjandra. 

Hingga kuartal III 2011, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 356,6 miliar. Jumlah tersebut meningkat 22,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 291,3 miliar. Sedangakn laba bersih perseroan mengalami pertumbuhan 29,4% dari Rp 100,5 miliar menjadi Rp 130,1 miliar. (iin) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar