JAKARTA – PT Trada Maritime Tbk (TRAM) meraih kontrak baru senilai US$ 200 juta. Kontrak tersebut didapatkan perseroan setelah memenangkan tender sebagai pengangkut transportasi liquefied natural gas (LNG) dari perusahaan patungan antara PT pertamina dan PT PGN, yaitu PT Nusantara Regas.
Kontrak yang didapatkan tersebut merupakan pengangkutan LNG pertama di Indonesia setelah menerapkan azas cabotage. Saat ini kami tengah finalisasi kontrak dan diperkirakan akan ditandatangani pada minggu kedua atau ketiga 2012,” Direktur Keuangan Trada Maritime Adrian E Sjamsul di Jakarta, Kamis (22/12).
Adrian mengatakan kontrak tersebut merupakan long term time charter contract dengan durasi 11 tahun terhitung mulai akhir Januari 2012. Sedangkan rute pengangkutan yang dilakukan dari terminal LNG Bontang menuju terminal regas terapung di Jakarta Utara. Ia menambahkan dalam pengangkutan tersebut perseroan akan menggunakan LNG Aquarius berpkapasitas 126.350 cubic meter (cbm).
Dalam pengangkutan LNG tersebut, Adrian mengatakan perseroan membentuk joint venture (JV) dengan perusahaan perkapalan asal Jepang, Mitsui OSK Lines (MOL). Ia menyebutkan nama perusahaan JV tersebut adalah Hanochem. Ia menjelaskan perseroan memiliki 51% salam dalam JV tersebut. Sedangkan sisanya, tambah dia, dimiliki oleh MOL. Dengan demikian, ia menegaskan penjualan yang didapatkan dari JV ini akan dikonsolidasikan dengan perseroan.
“MOL dipilih sebagai partner kami dalam kontrak tersebut karena mereka memiliki pengalaman dalam bidang LNG. Bahkan, sebanyak 25% pengangakutan LNG dunia dikuasai oleh mereka,” papar Adrian.
Menurut Adrian, total biaya proyek tersebut menghabiskan dana sebesar US$ 54 juta. Biaya tersebut, lanjut dia, akan dialokasikan untuk 2-3 tahun. Hal tersebut dilakukan untuk pemeliharaan dan peningkatan peforma kapal untuk melayani serta memenuhi selama 11 tahun tersebut. Sedangkan untuk tahun depan, ia memperkirakan akan menghabiskan dana sebesar US$ 30-40 juta.
Adrian menjelaskan sumber dana tersebut akan berasal dari pinjaman 85% dan sisanya modal kedua pihak sesuai dengan porsi kepemilikan saham. Untuk pinjaman, ia memaparkan perseroan telah mendapatkan fasilitas pinjaman dari financial asing. Namun, ia enggan untuk menyebutkan nama dari financial asing tersebut. “Bunga dari pinjaman ini 5% dengan tenor 8 bulan,” papar dia.
Dengan kontrak tersebut, lanjut Adrian, perseroan telah mengantongi tiga kontrak baru sepanajng 2011. Sebelumnya, perseroan mendapatkan kontrak dari PT Berau Coal Tbk (BRAU) senilai US$ 6 juta. Serta perpanjangan kontrak FSO dari Medco sebanyak US$ 22 juta. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar