Minggu, 04 Desember 2011

Mayora Siapkan Capex US$ 70 Juta

JAKARTA - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 70 juta pada 2012. Rencananya, dana tersebut dialokasikan untuk menambah bangunan pabrik, mesin produksi, dan infrastruktur. 

“Dana capex tersebut akan berasal dari pinjaman bank dan laba perseroan,” ungkap Sekretaris Perusahaan Mayora Indah Yuni Gunawan kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini. 

Yuni tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai porsi dari pinjaman dan laba perseroan. Namun, sebelumnya perseroan telah mendapatkan fasilitas pinjaman berasal dari tiga bank sebesar Rp 950 miliar  pada pertengahan tahun ini . Ketiga bank tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 300 miliar, Mizuho Bank Rp 300 miliar, dan ANZ  Bank Rp 350 miliar. Dengan tingkat bunga dari pinjaman tersebut mengacu pada London Interbank Offered Rate (LIBOR) plus 1,5-2%.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2011, kas dan setara kas perseroan tercatat sebanyak Rp 140,1 miliar. Jumlah tersebut menurun 70,3% dibandingkan 31 Desember 2010. Pada periode tersebut, perseroan mampu mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 29,6% dari Rp 5,12 triliun menjadi Rp 6,64 triliun. Sedangkan laba bersih perseroan hingga kuartal III 2011 mencapai Rp 250,3 miliar. Jumlah tersebut anjlok 22,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 322,1 miliar. 

Komisaris Mayora Indah Hermawan Lesmana pernah mengatakan pada 2011 perseroan membidik penjualan sebanyak Rp 8,6 triliun. Pendapatan tersebut meningkat 19,4% dibandingkan 2010 sebesar Rp 7,2 triliun. Sedangkan untuk laba, perseroan hanya menargetkan pertumbuhan sebesar 4,3% dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 505,3 miliar. Sebab, lanjut dia, tahun ini harga bahan baku hampir meningkat dua kali lipat mahal, yaitu terigu, gula, minyak nabati, dan kopi.

Direktur Utama Andre Sukendra Atmadja memperkirakan perbaikan kinerja laba baru akan terjadi pada semester II. Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan adanya prediksi bahwa di paruh kedua tahun ini akan terjadi koreksi terhadap harga bahan baku. “Hal tersebut didukung dengan adanya rencana kenaikan lagi dari harga kami sebesar 3-5%,” jelas Andre.

Sementara itu, analis PT Sinarmas Sekuritas Jansen Kustianto pernah mengatakan dengan pembangunan dua pabrik tersebut mampu untuk mengimbangi pertumbuhan yang tinggi consumer goods dalam tiga tahun mendatang. Hal tersebut seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik. “Langkah ekspansi ini akan membuat kinerja perseroan menjadi lebih baik dalam beberapa tahun mendatang. Saya menargetkan harga MYOR bisa mencapai 13.400 pada akhir tahun,” tandas dia.(iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar