JAKARTA – PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) membidik pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun pada 2012. Pendapatan tersebut meningkat 20% dibandingkan estimasi akhir tahun ini sebesar Rp 1 triliun. Peningkatan tersebut ditopang lima kontrak baru dengan PLN dan meningkatkan porsi ekspor pada tahun depan.
Direktur Exploitasi Energi Jansen Surbakti menjelaskan lima kontrak dengan PLN tersebut dapat mendongkak pendapatan karena pada tahun depan perseroan akan secara penuh menyuplai batubara sebanyak 2,9 juta ton. Selain itu, lanjut dia, perseroan juga akan meningkatkan penjualan ekspor. Untuk itu, ia memperkirakan tahun depan, penjualan ekspor akan menyumbang sebanyak 10%.
“Hal tersebut ditambah lagi dengan pendapatan sebesar Rp 50 miliar dari beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan BUN, Kalimantan Tengah (Kalteng),” ungkap Jansen kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (19/12).
Jansen memperkirakan perseroan akan mampu mencetak laba bersih sebesar Rp 120-150 miliar pada tahun depan. Seperti halnya pendapatan, lanjut dia, laba bersih 2012 mengalami peningkatan sebesar 20-25% dibandingkan estimasi tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp 100 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan Kuartal III 2011, perseroan mampu mencacatatkan kenaiakan laba bersih pertumbuhan sebesar 39,8% menjadi Rp59,32 milyar atau setara dengan laba bersih Rp13,97 per saham. Kenaikan laba bersih tersebut seiring dengan meningkatnya penjualan sebesar 43,3% menjadi Rp747,85 milyar dari sebelumnya Rp521,79 milyar.
Pada kesempatan yang sama, Jansen menjelaskan tahun depan perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 250 miliar. Dana tersebut, lanjut dia, rencananya akman berasal dari kas internal dan pinjaman bank dengan rasio 30:70. Ia menjelaskan capex tersebut digunakan untuk melanjutkan pembangunan PLTU Rengat dan Tebilahan di Riau. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar