JAKARTA - PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk menawarkan penawaran umum perdana initial public offering/IPO) saham dengan harga sebesar Rp 250-350. Dalam IPO tersebut perseroan melepas 2,67 miliar saham atau sebanyak 40,08% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penih, Dengan demikian, perseroan diperkirakan akan meraup dana segar sekitar Rp 700-900 miliar.
Dalam IPO tersebut, perseroan menunjuk Sinarmas Securitas sebagai pelaksana emisi efek. Rencananya, perseoan akan menjalami masa penawaran awal (bookbuilding) pada 15-21 Desember 2011, masa penawaran 3-5 Januari 2011, dan pencatatan pada Bursa Efek Indonesia pada 12 Januari 2012.
Direktur Sinarmas Securities Andreas Tjendana mengatakan kisaran harga tersebyt mencermintan tingkat rasio harga saham terhadap laba bersih perseroan (price to earnings ratio/ PER) sebesar 8-10 kali. Sedangkan, lanjut dia, PER rata-rata industri distributor sebesar 10-12 kali. “Rencananya, kami akan melakukan roadshow di seputar Asia. Tapi kami belum tentukan tujuan Negara yang akan didatangani,” ungkap Andreas di sela paparan public di Jakarta, Kamis (15/12).
Komisaris Utama Hengky Setiawan menjelaskan 40% dana raihan IPO tersebut akan digunakan untuk melunasi seluruh utang anak usaha, PT Telesindo Shop kepada PT Bank DBS Indonesia sebesar Rp 360 miliar. Ia juga menjelaskan 28% perluasan usaha perseroan dan anak usaha. Sedangkan sisanya, tambah dia, akan digunakan untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex).
Hengky menjelaskan dengan capex tersebut perseroan akan membangun jaringan distribusi menjadi 250 ribu reseller dari 125 ribu reseller pada saat ini. Ditambah membangun jaringan service center menjadi 130 kota dari 25 kota yang ada saat ini. Tidak hanya itu, lanjut dia, perseroan juga akan mengembangkan jumlah gerai Telesindo Shop dari 200 toko menjadi 350 toko pada tahun depan. “Serta investasi IT untuk pengontrolan dan distribusi produk lebih luas lagi,” tambah dia.
Lebih lanjut Hengky menjelaskan perseroan optimistis pendapatan tahun depan akan mencapai Rp 8 triliun. Jumlah tersebut meningkat 21,2% dibandingkan dengan estimasi pendapatan tahun ini sebesar Rp 6,6 triliun. Sedangkan untuk laba bersih, lanjut dia, perseroan optimistis akan akan mencatatkan peningkatan 29,4% dari estimasi tahun ini sebesar Rp 170 miliar menjadi Rp 220 miliar.
Dengan demikian, lanjut Hengky, perseroan optimistis akan mampu membayarkan dividen tunai kepada pe,egang saham sekurang-kurangnya 1 kali dalam setahun. “Sebanyak-banyaknya 25% dari laba bersih setelah pajak pada tahuin buku bersangkutan,” tambah dia.
Pada IPO tersebut, perseroan juga menawarkan waran seri I sebesar 1,33 miliar waran yang menyertai saham biasa atas nama yang dikeluarkan dalam penawaran umum. Setiap pemegang dua saham baru berhak memperoleh satu waran di mana setiap satu waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru. Waran yang diterbitkan memiliki tenor waktu lima tahun. Nilai nominal masing-masaing saham dan waran sebesar Rp100.
Menurut Hengky, warrant dikeluarkan untuk jangka panjang. Hal tersebut dilakukan agar dapat memudahkan perseroan mendapatkan dana ekspansi di kemudian hari tanpa harus melakukan rights issue. Ia mengatakan kebutuhan dana tersebut tidak hanya untuk akusisi cluster penjualan voucher tapi juga untuk mengakusisi perusahaan distribusi voucher yang ada. “Namun, saat ini kami belum bisa menyebutkan saat ini mengingat masih dalam tahap negosiasi,” tandas dia. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar