Modern Internasional Siapkan Capex Rp 250 M
JAKARTA – PT Modern Internasional Tbk (MDRN) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 250 miliar. Dana tersebut akan berasal kas internal dan pinjaman bank. Rencananya, capex dialokasikan untuk membuka bisnis retail 60 outlet 7-Eleven di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Direktur Keuangan Modern Internasional Donny Sutanto menjelaskan porsi pendanaan capex tersebut adalah 20% berasal dari kas internal dan 80% dari pinjaman. Ia menjelaskan saat ini perseroan masih mencari pinjaman tersebut. Menurutnya, perseroan masih memiliki ruang yang besar untuk mendapatkan pinjaman. Mengingat saat ini masih sebesar 0.85 kali.
Disamping kedua opsi pendanaan tersebut, lanjut Donny, perseroan tengah mengkaji pendanaan dari pasar modal, baik obligasi maupun rights issue. Namun, ia enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Sebab, lanjut dia, opsi tersebut tengah dibahas oleh perseroan. Ia hanya mengatakan opsi tersebut diambil untuk mendapatkan pendaaan yang terbaik. Selain itu, tambah dia, aksi korporasi tersebut bisa menjadi peningkatan ekuiti perseroan di masa mendatang.
“Semoga pada semester I 2012, kami sudah bisa menentukan jadi tidaknya opsi tersebut. peluang kami melakukan kedua aksi korporasi tersebut sangat terbuka. Terlebih saat ini kepemilikan saham perseroan di public masih 25%,” ungkap Donny di sela paparan public di Jakarta, Rabu (21/12).
Donny menambahkan dengan pembukaan gelar tersebut, pada akhir 2012 perseroan akan memiliki gerai 7-eleven sebanyak 117 gerai. Sebab, lanjut dia, pada akhir 2011 perseroan akan memiliki outlet 57 outlet. Ia mengatakan untuk membuka satu outlet dibutuhkan investasi sebesar Rp 3 miliar. Nilai investasi tersebut hampir sama antara baik pembukaan baru maupun konversi dari outlet Fuji Film menjadi 7-Eleven.
“Sedangkan tahun depan, konversi outlet tersebut akan dilakukan sebanyak 15% dari total pembukaan 60 outlet,” papar Donny.
Selain untuk ekspansi outlet, lanjut Donny, capex juga dialokasikan untukpembangunan infrastruktur penunjang outlet 7-Eleven. Diantaranya adalah pabrik pembuatan makanan, gudang, dan IT. Hal tersebut, lanjut dia, dilakukan untuk mempersiapkan pembukaan gerai di tahun-tahun mendatang. “Tidak hanya itu, infrastruktur tersebut ditujukan untuk persiapan perseroan yang akan menawarkan franchise 7-Eleven,” papar Donny.
Sedangkan untuk kinerja akhir tahun, Donny mengatakn perseroan optimistis akan mencetak laba bersih sebesar Rp 54 miliar. Jumlah tersebut, lanjut dia, meningkat 28,8% dibandingkan laba bersih pada 2010 sebesar Rp 41,9 miliar. Sementara untuk penjualan, ia mengatakan perseroan membidik kenaikan sebesar 30% dibandingkan 2010 sebesar Rp 733 miliar. “Pada 2012, kami optimistis mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 20% dan penjualan 40%,” jelas dia.
Berdasarkan kuartal III 2011, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp 657,6 miliar. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan 25,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 522,2 miliar. Kontribusi utama dari penjualan bersih tersebut ditopang dari 7-Eleven. Selain itu, perseroan membukukan peningkatan laba bersih sebesar 20% menjadi Rp 36,6 miliar dari Rp 30,5 miliar. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar