Direktur PT Trimegah Securities Tbk Oemar S Anwar menngatakan perseroan memprediksi kondisi opasar modal 2012 secara umum akan diwarnai volatilitas dan ketidakpastian. Hal tersebut, lanjut dia, akibat dari krisis di Eropa. Namun, lanjut dia, dengan strategi tepat volatilitas tersebut merupakan kesempatan baik bagi investor. Sebab, secara fundamental Indonesia masih sangat positif dan prospek pertumbuhan yang bersifat structural.
“Hal tersebut ditopang oleh permintaan, penawaran, dan emiten yang kuat. Dengan demikian, Indonesia menjadi tujuan investasi yang menarik dan relative aman terhadap dampak krisis utang di Eropa,” ungkap Oemar di Jakarta, Senin (28/11).
Oemar menjelaskan dari sisi permintaan dapat dilihat dari sisi Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia menembus level psikologis US$ 3.000 per kepala. Ia menjelaskan berdasarkan pengalaman di banyak Negara, seperti India dan Tiongkok, setelah mencapai level tersebut peningkatan PDB yang semakin cepat. Namun, ia mencatatkan hal ini sebaiknya direspon pemerintah dengan penyediaan infrastruktur dan energi di masa mendatang.
Hal tersebut, lanjut Oemar, juga ditopang dengan struktur demografi Indoensia yang diwarnai oleh penduduk usia muda. Bahkan ghal tersebut akan bertahan selama periode 2010-2030. Ia menambahkan rasio antara kredit konsumen terhadap PDB sebesar 37%. “Jumlah tersebut relative lebih rendah dibandingkan dengan Negara lainnya di Asia, seperti Malaysia (132%) dan Tiongkok (148%),” papar Oemar.
Untuk sisi penawaran, lanjut Oemar, Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam seperti batubara dan kelapa sawit (CPO). Selain itu, lanjut dia, Industri di Indonesia diuntungkan oleh posisi geografis Indonesia yang sangat strategis. Alhasil, peningkatan daya saing relative akan sangat cepat dinikmati Indonesia dibandingkan dengan Tiongok dan India. Tidak hanya itu, lanjut dia, struktur pasar emiten Indonesia cenderung bersifat oligopoly. Dengan demikian, emiten di Indonesia mampu mencatatkan ROE yang relative tinggi.
Meskipun demikian, Oemar menyebutkan pergerakan bursa saham 2012 akan terbagi menjadi dua bagian. Pertama, semester I policy-driven market dalam penyelesaian utang di Eropa. Menurutnya, pada fase tersebut volatilitas akan tinggi dan pasar diperkirakan akan mencapai bottom. Kedua, lanjut dia, semester II fundamental-driven market sebab disaat itu akan lebih dipengaruhi oleh factor fundamental perekonomian dan emiten. Ia menjelaskan disaat itu volatilitas diperkirakan akan menurun dan market akan mencapai puncaknya.
Dengan demikian, Oemar memprediksi IHSG akan fully supported di level Rp 2.700 yang merupakan level support kuat dari jangka panjang yang meningkat. Sedangkan target IHSG pada akhir 2012 adalah Rp 4.150-4.250. Untuk saham pilihan 2012 adalah sector perbankan (BMRI, BBNI), sector semen (INTP), sector ritel (ACES, MAPI), batubara (PTBA, ADRo), perkebunan (BWPT, LSIP) dan alat berat (UNTR),” jelas Oemar.
Pasar Obligasi
Sementara itu, Oemar menjelaskan krisis Eropa akan berdampak pada pasar obligasi Indonesia seperti capital ouflow. Dengan dominasi investor asing pada obligasi Indonesia, capital outflow akan menyebabkan penuruanan harga obligasi dan peningkatan imbal hasil (yield). Dengan kondisi tersebut, lanjut dia, investor local dapat memanfaatkan momentum dengan mulai membeli obligasi yang dijual oleh investor aisng untuk menikmati yield tinggi. “Volatilitas di pasar obligasi merupakan opportunity bagi investor local untuk kembali masuk ke obligasi yang sudah undervalued akibat aksi jual investor asing,” papar Oemar.
Oemar menambahkan jika terjadi capital inflow ke Surat Utang Negara (SUN), yield SUN akan menurun. Namun, lanjut dia, tidak demian dengan yield obligasi kkorporasi (langging). Hal tersebut, lanjut dia, menimbulakn disparitas yang cukup signifikan anatara yield SUN dan obligasi korporasi. Sedangkan saat ini, tambahnya, yield obligasi korporasi masih sangat menarik dibandingkan SUN. “Ditambah disparitas yield yield tersebut dapat dimanfaatkan investor untuk akumulasi obligasi korporasi yang yieldnya masih lagging dan memperhatikan peringkat baik,” tandas dia.
Peluang IPO
Sementara itu, Direktur Trimegah Securities Karman Pamurahardjo mengatakan minat perusahaan tertutup untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham masih tinggi pada tahun depan. Sebab, lanjut dia, IPO masih dianggap sebagai salah satu cara penggalangan dana dalam mendukung ekspansi perusahaan. Namun, lanjut dia, dalam IPO tersebut calon emiten akan sangat memperhitungkan waktu (timing) yang tepat. Mengingat hal tersebut akan mempengaruhi pricing dari calon emiten.
“Karena itu, kebanyakan dari para calon emiten kecenderungan untuk memilih melakukan IPO pada semester II. Meskipun, persiapan IPO terus dilakukan,” jelas Karman.
Karman menjelaskan hal serupa juga terjadi pada penjaminan obligasi. Namun, lanjut dia, minat perseroan sector financial tidak akan surut untuk menerbitkan obligasi pada 2012, yaitu multifinance dan bank. Sebab, lanjut dia, sector tersebut akan lebih pada consumer. Meskipun demikian, ia memperkirakan pada tahun depan obligasi untuk sector property masih akan sulit. Sebab, lanjut dia, sector property lebih muda mendapatkan pembiayaan dari perbankan ketimbang dari pasar.
“Terlebih system pendanaan mereka mengandalkan dana dari konsumen melalui DP dan juga banyaknya KPR yang diberikan oleh perbankan,” tandas Karman. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar