Minggu, 04 Desember 2011

PTBA Kaji Stock Split

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana untuk menggelar stock split pada akhir 2012. Hal tersebut dillakukan karena  valuasi saham perseroan dinilai sudah tinggi. 

Direktur Utama PT Bukit Asam Soekrisno mengatakan banyak investor lokal yang selalu menanyakan langkah stock split kepada perseroan. Sebab, lanjut dia, investor lokal menilai harga saham saat ini sudah tidak terjanggkau oleh mereka, padahal sangat bermint dengan saham perseroan.  

Namun, Soekrisno menekankan langkah tersebut akan dilaksakan ketika kondisi pasar telah mengalami bulish. "Kami belum ada rencana stock split dg kondisi saat ini.  Kalau memang akan stock split tentunya menunggu dulu pd saat bulish," ungkap dia di Jakarta, belum lama ini. 

Namun, Soekrisno enggan untuk menjelaskan besaran stock split tersebut. Pada perdagangan Jumat (3/12), PTBA ditutup menguat 300 poin (1,73%) di level 17.600. 

Pada kesempatan yang samaa, Soekrisno menargetkan peningakatan laba sebesar 10-15% dibandingkan estimasi pencapaian tahun ini yang diperkirakan melaupai Rp 3 triliun. Jumalah tersebut, lanjut dia, ditopang oleh peningkatan volume produksi yang diperkirakan akan menembus angka 15.200 metric ton.   

"Disamping itu, harga jual tahun depan juga akan sangat menentukan. Perkiraan saya, tahun depan harga jual akan samaa seperti 2011. Jika demikian, kita akan membukukan kinerja yang besar," papar Soekrisno.
 
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2011, PTBA membukukan laba bersih sekitar Rp2,32 triliun naik 68,55% pada kuartal III-2011 bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp1,38 triliun. 

Sebelumnya, Soekrisno menyebutkan perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 2,8 triliun pada 2012. Jumlah tersebut akan dialokasikan untuk membiayai sedikitnya tiga pembangkit listrik dan belum termasuk alokasi dana untuk menambah saham di PT Bukit Asam Transpacific Railway dan akuisisi satu KP batubara.

"Dana capex akan berasal dari kas internal," tandas Soekrisno. (Iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar